
Seandainya nyamuk itu tidak mengumbar nafsu serakahnya, misalnya dengan menghisap darah secukupnya saja. Mungkin dia akan tetap bisa menyelamatkan diri. Namun, keserakahan telah menjadikan dirinya terlampu bernafsu untuk mengambil sebanyak-banyaknya sehingga perutnya kepenuhan. Dia pun menjadi tidak berdaya."Enough is not enough when we can get more". Mungkin anda pernah mendengar ungkapan itu.Cukup itu tidaklah cukup,jika kita bisa memperoleh lebih banyak lagi.Dalam konteks tidak cepat berpuas diri.Kalimat itu sungguh sangat memotivasi.Karenanya, sekalipun kita berhasil meraih pencapain hingga tahap tertentu.Kita masih terus terdorong untuk memacu diri.Namun, dalam konteks pengendalian hawa nafsu, kita perlu menggunakan sudut pandang yang berbeda sama sekali. Sebab, hawa nafsu yang tidak mengenal batas membentuk kita menjadi pribadi serakah. (greddy)sehingga "mengambil lebih banyak lagi" menjadi dogma yang mesti kita patuhi. Sampai-sampai,kita tidak bisa membedakan antara semangat untuk terus mengeksplorasi kapasitas diri dengan keserakahan hewani.
Dipenghujung musim hujan,para nyamuk menggeliat bangun.Sehingga,pada masa-masa awal musim kemarau dirumah saya sudah mulai bertebangan makhluk haus darah itu. Jika sudah begitu,ketenangan malam-malam kami menjadi terusik.Nyamuk memang serakah. Namun,yang dia ambil hanya sebatas kapasitas perutnya saja.Sebaliknya keberhasilan manusia untuk memenuhi seluruh rongga perutnya tidak akan pernah berhasil menghentikan hasratnya untuk "mengambil lebih banyak"lagi. Sebab,selain memiliki rongga perut untuk menyimpan,manusi juga memiliki bank,brangkas,celengan,surat berharga,emas batangan,dan berbagai macam bentuk penyimpanan lainnya.Karena kapasitas tempat penyimpanan itu nyaris tidak terbatas maka cocoklah dengan sifat rakus manusia yang tidak kenal batas ini.Kita sudah melihat begitu banyak bukti bahwa manusia -manusia yang serakah sering kali pada akhirnya harus berhadapan dengan hukum. Sungguh beruntung bagi sang nyamuk.Sebab,dia hanya berurusan dengan dunia.Sedangkan manusia?Selain dunia,kita memiliki urusan dengan akhirat. Jika nyamuk serakah mati maka mati pulalah semua dosa yang pernah diperbuatnya.Namun,jika manusia mati maka abadilah "semua amal perbuatannya".Jika amal itu baik maka kebaikan itu akan menjadi bekal kehidupan sesudah kematian kelak.Namun,jika amal perbuatannya itu berupa keburukan akan tetap menjadi beban kehidupan keduanya.Kita dapat mengambil pelajaran dari seekor nyamuk.Jika pun kita harus mengambil maka kita hanya berhak mengambil sesuai dengan hak kita,yaitu sejumlah kadar kepantasan tertentu.Jika kita mengambil melebihi tingkat kepantasan itu maka kita telah berubah menjadi makhluk yang lebih rendah dari sang nyamuk.
